Langsung ke konten utama

Kesadaran gender pada balita

Pada usia tiga tahun anak mulai mengenal apa yang disebut dengan peran jenis kelamin (gender role), yaitu kesadaran tentang apa yang lazim dilakukan laki-laki dan perempuan. 
Dasar dari pengetahuan peran jenis ini adalah pengenalan identitas kelamin.
Kesadaran ini juga yang kelak akan membuat anak menentukan hidupnya dan memilih pekerjaan. Lalu, bagaimana anak mengenal peran jenis kelaminnya?
Biasanya ada dua cara. Pertama, belajar dari orangtua (sebagai figur yang paling dekat) dan teman-teman sejenisnya. Anak laki-laki meniru tingkah laku ayah atau figur penggantinya seperti kakek atau paman. Dalam psikologi, perkembangan ini disebut imitasi. Mereka juga belajar tentang peran jenis dengan meniru tindakan atau apa yang dilakukan oleh sesama anak laki-laki.
Kedua, anak belajar peran jenis dari lawan jenisnya. Anak laki-laki tahu tentang apa yang diharapkan untuk dilakukan anak perempuan dari melihat tingkah ibunya dan apa yang dilakukan oleh anak perempuan. Dengan memahami peran dari lawan jenisnya ia jadi tahu peran apa yang diharapkan dari jenis kelaminnya sendiri.
Mungkin sering kita dengar bagaimana anak-anak mengungkapkan pengenalan mereka tentang peran jenis kelamin. “Hei, kamu ’kan cewek, masa main robot-robotan?”
Ketika di pertokoan atau di taman bermain, kadang kita menjumpai anak-anak yang menunjukkan dengan jelas bagaimana mereka melakukan imitasi. Misalnya, anak laki-laki menirukan gaya jalan ayahnya secara persis. Anak perempuan biasanya ingin memakai lipstik dan kutek seperti ibunya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sayuran Sumber Vitamin A

Ingin memiliki mata yang sehat, perbanyaklah makan wortel. Anda tentu pernah mendengar saran ini. Mengapa harus wortel? Tidak bisakah diganti dengan sayur atau makanan lain? Tentu bisa, asalkan bahan makanan tersebut memiliki karakteristik yang menyamai keistimewaan wortel dalam menyehatkan mata. Daucus carota L alias wortel diidentikkan dengan mata sehat karena kaya dengan beta karoten. Senyawa ini disebabkan juga provitamin A. Bila tubuh memelrukan vitamin A, otomatis organ hati akan mengubah beta karoten menjadi vitamin A. Dan vitamin A inilah yang berfungsi menyehatkan mata dan mencegah datangnya penyakit rabun senja. Asal tahu saja, dalam setiap 100 gram wortel terdapat sebanyak 3.600 RE cadangan vitamin A. Sementara berdasarkan angka kecukupan gizi, kebutuhan harian vitamin A orang dewasa berkisar 500-700 RE. Beta karoten juga berperan sebagai antioksidan yang sangat berguna menghambat proses penuaan dini sekaligus menyehatkan tubuh secara menyeluruh. Proses penuaan turut me...

Obat Alami Untuk Kutu Rambut

Meskipun kini sudah tersedia obat-obat kimia pembunuh kutu rambut, sebagian orang masih menyukai cara alami untuk membasminya. Selain tidak selalu efektif, obat kimia bagaimana pun dapat memiliki efek samping bagi tubuh (baca baik-baik aturan pakainya bila Anda menggunakannya). Berikut adalah beberapa bahan alami yang mudah didapat dan efektif menghilangkan kutu rambut: Minyak kayu putih dan jeruk nipis. Campur beberapa sendok minyak kayu putih dengan air perasan jeruk nipis. Gunakan campuran tersebut untuk membasahi rambut, dan pijatlah kulit kepala dan remas-remaslah rambut dengan merata selama beberapa menit. Tutuplah kulit kepala dengan topi mandi plastik dan biarkan cairan bekerja selama satu jam. Kemudian, keramaslah rambut sampai bersih. Sisir rambut dengan sisir khusus untuk membersihkan telur-telur kutu yang masih melekat. Ulangi beberapa kali dalam seminggu sampai anak Anda benar-benar bebas kutu. Minyak kelapa. Minyak kelapa (Jawa: minyak klentik) dapat memasuki saluran p...

Cara Menguji Kesegaran Telur

Apakah Anda yakin telur yang anda beli di pasar atau di supermarket masih dalam keadaan segar, setelah anda simpan beberapa di dapur? Ketika anda  akan menggunakan telur yang sudah beberapa waktu ada di dapur, apakah butir telur yang akan digunakan masih dalam keadaan segar untuk dikonsumsi. Caranya, gunakan wadah mangkuk bening berisi air dingin. Masukkan butir telur yang masih utuh perlahan ke bagian bawah wadah tersebut, jika posisinya dalam keadaan miring (ujungnya menunjuk ke samping), maka telur itu masih segar. Jika ia berada dalam posisi ujung meruncingnya membentuk sudut tertentu, maka telur tersebut sudah berumur beberapa hari. Jika telur tersebut dalam keadaan berdiri (ujung meruncingnya menunjuk ke atas), maka usianya sudah mencapai 10 hari. Sementara jika telur tersebut sudah mengambang ke atas, maka sebaiknya telur tersebut tidak digunakan lagi. Sumber : Kompas